Terlalu “Perhatian”

TERLALU “PERHATIAN”

Assalamu’alaikum, kak..ana punya temen ikhwan…sudah kuliah. Perhatiannya sama aku, beda dengan ikhwan lain. Dikit2 suka kritik, kritiknya sih positip, tapi kenapa cuma aku aja, padahal temen2 kami juga masih banyak. Meski begitu kita tetap ghadulbashar. Ana ingin melanjutkan kuliah dan selama ini ana bisa sekolah dengan cari biaya sendiri, disamping sekolah juga ngasih les, ana ga ingin semua gagal gara2 terganggu mikirin dia. Gimana cara melupakan semua?

Akhwat di Bumi Allah

081548427zzz

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Makasih ya ukh, udah curhat kesini. Remaja memang masa2 yang penuh dengan pencarian. Pencarian jati diri, juga pencarian teman sejati. Tentunya kita udah sama2 ngerti, bahwa yang namanya cinta sejati adalah pasangan jiwa kita alias suami atau istri kita kelak. Kalo pacar itu bukan teman sejati, namun teman sejatinya setan..he3x (jangan becanda, beneran tuh!) Bersyukurlah bagi kita yang tetap tegar untuk tidak tergoda dengan ajakan secara tdk langsung mengajak kita untuk pacaran. Masalah yang ukhti alami. Belum sampai tahap kritis. Ini baru gejala virus merah jambu, yaitu sebuah virus yang menyerang sebagian besar remaja untuk saling fallin in love. Tenang aja, insyaallah Kakak punya anti virusnya kok…J

Kakak menghargai keinginan ade untuk melanjutkan kuliah. Teruskan, dan wujudkan cita2 ukhti. Kalo gara2 mikirin ikhwan anti jadi merasa terganggu, ya harus dilupakan dong! (lha iya, gimana gitu lo?) Em, perhatian yang over dari ikhwan tadi bisa jadi karena ukhti dianggap udah dewasa dibanding akhwat lainnya dan mobilitas ukhti yang tinggi dan semangat b’dakwah yang OKs banget, terbukti aktif diorganisasi but bisa ngasih les segala. Sehingga wajar jika si ikhwan tadi banyak menaruh harapan besar ke ukhti untuk bisa tetap eksis di jalan dakwah melalui kritik dan saran, pa lagi ukhti b’gitu menonjol aktivitasnya. Saran kakak jangan terlalu dianggap serius perhatian si ikhwan tadi, anggap aja sebagai masukan yang bisa membangun motivasi ukhti untuk lebih baik. Jika pas ada kegiatan ato pertemuan bersama ikhwan tadi usahakan jangan b’dua, harus ada akhwat untuk nemeni. Ukhiti fokuskan aja kerja diorganisasi dengan sebaik mungkin sehingga tidak mempengaruhi rencana2 yang sudah Ukhti susun matang. Dan bisa jadi ikhwan tadi terlalu “care” karena sikap ukhti juga yang terlalu mudah untuk diajak ngobrol atau kurang bisa menjaga dari hubungan/komunikasi yang sebenernya tidak terlalu perlu. (Baca aja Cermin edisi depan).

So keep spirit for fight in jehaad!

Iklan

~ oleh Sahabat pada November 12, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: