The Next HERO

•Maret 26, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

cover-depan

Sekelumit cerita tentang kepahlawanan sahabat Rasulullah …
Adalah Miqdad bin Amr yang termasuk dalam rombongan orang-orang yang pertama masuk Islam, dan orang ketujuh yang menyatakan keIslamannya secara terbuka dengan terus terang, serta menanggungkan penderitaan dari amarah murka dan kekejaman Quraisy yang dihadapinya dengan kejantanan para ksatria dan keperwiraan kaum Hawari!

Perjuangannya di medan Perang Badar tetap akan jadi tugu peringatan yang selalu semarak takkan pudar. Perjuangan yang mengantarkannya kepada suatu kedudukan puncak, yang dicita dan diangan-angankan oleh seseorang untuk menjadi miliknya.

Berkatalah Abdullah bin Mas’ud yakni seorang sahabat Rasulullah SAW, “Saya telah menyaksikan perjuangan Miqdad, sehingga saya lebih suka menjadi sahabatnya daripada segala isi bumi ini….”

Pada hari ketika Quraisy datang dengan kekuatannya yang dahsyat, dengan semangat dan tekad yang bergelora, dengan kesombongan dan keangkuhan mereka, pada hari itu kaum Muslimin masih sedikit yang sebelumnya tak pernah mengalami peperangan untuk mempertahankan Islam, dan inilah peperangan pertama yang mereka terjuni.

Sementara Rasulullah menguji keimanan para pengikutnya dan meneliti persiapan mereka untuk menghadapi tentara musuh yang datang menyerang, baik pasukan pejalan kaki maupun angkatan berkudanya. Para sahabat dibawanya bermusyawarah; dan mereka mengetahui bahwa jika beliau meminta buah pikiran dan pendapat mereka, maka hal itu dimaksudnya secara bersungguh-sungguh. Artinya dari setiap mereka dimintanya pendirian dan pendapat yang sebenarnya, hingga bila ada di antara mereka yang berpendapat lain yang berbeda dengan pendapat umum, maka ia tak usah takut atau akan mendapat penyesalan.

Miqdad khawatir kalau ada di antara Kaum Muslimin yang terlalu berhati-hati terhadap perang. Maka dari itu sebelum ada yang angkat bicara, Miqdad ingin mendahului mereka, agar dengan kalimat-kalimat yang tegas dapat menyalakan perjuangan dan turut mengambil bagian dalam membentuk pendapat umum.

Tetapi sebelum ia menggerakan kedua bibirnya, Abu Bakar Shiddiq RA telah mulai bicara, dan baik sekali buah pembicaraannya itu, hingga hati Miqdad menjadi tenteram karenanya. Setelah itu Umar bin Khatthab RA menyusul bicara, dan buah pembicaraannya juga baik.

Maka tampillah Miqdad, katanya, “Ya Rasulullah, teruskanlah laksanakan apa yang dititahkan Allah, dan kami akan bersama anda….! Demi Allah kami tidak akan berkata seperti yang dikatakan Bani Israil kepada Musa, ‘Pergilah kamu bersama Tuhanmu dan berperanglah, sedang kami akan duduk menunggu di sini. Tetapi kami akan mengatakan kepada anda, ‘Pergilah anda bersama Tuhan anda dan berperanglah, sementara kami ikut berjuang di samping anda….!’ Seandainya anda membawa kami melalui lautan lumpur, kami akan berjuang bersama anda dengan tabah hingga mencapai tujuan, dan kami akan bertempur di sebelah kanan dan di sebelah kiri anda, di bagian depan dan di bagian belakang anda, sampai Allah memberi anda kemenangan….!”

Kata-katanya itu mengalir tak ubahnya bagai anak panah yang lepas dari busurnya. Dan wajah Rasulullah yang berseri-seri karenanya, sementara mulutnya komat-kamit mengucapkan do’a yang baik untuk Miqdad. Serta dari kata-kata tegas yang dilepasnya itu mengalirlah semangat kepahlawanan dalam kumpulan yang baik dari orang-orang beriman, bahkan dengan kekuatan dan ketegasannya, kata-kata itu pun menjadi contoh teladan bagi siapa yang ingin bicara, menjadi semboyan dalam perjuangan….!

Maka tak heran bila Miqdad memperoleh kehormatan dari Rasulullah SAW dan menerima ucapan, “Sungguh, Allah telah menyuruhku untuk mencintaimu, dan menyampaikan pesan-Nya padaku bahwa Ia mencintaimu.”

Subhanallah!!!

Berawal dari kepahlawanan Miqdad bin Amr, sudahkah kita mewarisi jiwa dan semangat kepahlawanan seperti beliau? Yang dengan gagah beraninya berjuang membela Islam, sampai darah penghabisan. Seharusnya kita bisa belajar serta meniru semangat kepahlawanan beliau.

Indonesia pun tumbuh dengan semangat perjuangan para pahlawannya yang telah berjuang dengan tetesan darah dan air mata. Namun seringkali moment Hari Pahlawan pada 10 November hanya sebagai peringatan seremonial belaka. Slogan “bangsa besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya” sudahkah benar-benar bermakna? Inilah instrospeksi buat kita. Terutama buat para pemudanya.

Kita tentunya berharap semoga ribuan pahlawan tidak gugur sia-sia dan hanya tinggal nama. Semoga kepahlawanan mereka tidak sekadar menjadi teks cerita. Dan semuanya tergantung bagaimana kita meneladaninya.

Tetapi menjadi pahlawan tidak hanya sekedar harus maju ke medan perang, pahlawan masa kini jauh lebih berat  karena musuh yang kita hadapi tidak kelihatan wujudnya. Lalu apa sebenarnya musuh kita saat ini? Musuh yang harus kita hadapi saat ini adalah kemalasan, kemunafikan, keegoisan, dan berbagai macam sifat-sifat duniawi yang tidak mencerminkan jiwa kepahlawanan. Tapi, dengan kesadaran pribadi dan dukungan dari lingkungan di sekitar kita terutama di keluarga masing-masing, maka yakinlah, kita akan mampu menghadapi dan menjadikan bangsa kita bangsa yang besar, bangsa yang tidak hanya bisa berkata “kami menghargaimu pahlawan” tapi juga turut serta menjadi seorang pahlawan sejati masa kini. Menjadi seorang wanita atau laki-laki, tua atau muda tidak bisa ditawar-tawar, tapi mau atau tidak ikut berpartisipasi itu adalah pilihan. Pilihan untuk menjadi pahlawan.

Mimpi Yang Terbeli

Bangsa Indonesia saat ini masih terus bergolak membangun ulang kejayaan. Salah satu pilar untuk ini adalah dengan memperkenalkan sosok-sosok kepahlawanan di tengah masyarakat. Masyarakat saat ini memang sangat haus menanti tetesan-tetesan embun kepahlawanan di tengah gersangnya kehidupan. Mereka menanti ruang-ruang sejarah diisi oleh manusia-manusia yang mau berpikir dan bekerja keras. Manusia-manusia yang punya kesadaran kuat, bahwa eksistensi dalam hidupnya adalah untuk membangun dan merekayasa sejarah kemanusiaan ke arah yang lebih baik. Dan bukan tidak mungkin sosok itu muncul dari kita-kita sendiri, yaitu para pemuda!

Nah, sebagai generasi muda seharusnya kita punya jiwa kepahlawanan yang lebih dari yang lainnya. Raga kita masih kuat, jiwa kita juga masih jiwa muda dan penuh semangat, maka marilah kita manfaatkan waktu dengan sebaiknya-baiknya untuk ikut berperan menjadi pahlawan sejati, the real HERO! Menjadi pembelajar sejati, dan terus berbuat manfaat dalam setiap langkah hidup.

Trus, gimana sih kiat-kiat kalo pengen jadi pahlawan? Nih SAHABAT kasih sedikit bocoran biar kita bener-bener bisa jadi pahlawan.

1.    Berani bermimpi. Seorang ulama pernah berkata, ”mimpi hari ini adalah kenyataan hari esok.” Kalo kamu ngaku  sebagai remaja yang sedang beranjak dewasa dan punya banyak keinginan dan harapan yang harus diwujudkan, maka SAHABAT mau ngucapin SELAMAT! Buat kamu. Sebab mimpi adalah pondasi pertama yang akan menuntun kita menemukan akhir arah perjalanan hidup kita. Cita-cita jadi penemu mesin kendaraan hemat energi, pendiri sekolah gratis & berkualitas bagi anak tidak mampu, jadi ahli politik buat ngerubah negeri indonesia ini menjadi bangsa yang bebas dari KKN dan ketergantungan terhadap negara lain, hingga berobsesi jadi ulama pemersatu ummat… setidaknya bisa mewakili dari beberapa harapan bangsa ini. Yang penting tunjukkan obsesimu!

2.    Konsekuen dan konsisten.
Mimpi doank ternyata belum cukup tuh… yang enggak kalah penting adalah upaya dan kerja keras buat mewujudkan mimpimu. Belajar dengan tekun, memperbaiki sikap dan membentuk mental dan pribadi yang kuat , serta bekal agama yang mantap dalam ilmu dan pengamalannya kudu kita buktikan di kehidupan sehari-hari.
”…Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri….” (Q.S. Ar Ra’d : 11).
Sesungguhnya segala sesuatu itu terjadi atas kehendak Allah SWT, akan tetapi Allah juga menitipkan sebagian kehendak itu kepada kita makhlukNya. Bola sekarang ada ditangan kita, tinggal bagaimana kita mengelolanya aja. Toh, yang merasakan hasilnya kita sendiri. Maka persiapkan dan lakukan yang terbaik untuk hasil yang terbaik.

3.    Mengerti akan makna ”Pahlawan” sebenarnya.
Secara sederhana pahlawan itu adalah orang biasa yang mampu mengerjakan pekerjaan luar biasa. Dan biasanya dampak pekerjaannya itu dirasakan oleh orang banyak. Sehingga wajar bila seorang pahlawan memiliki banyak pengikut. Juga dalam kemunculannya, seorang pahlawan senantiasa membentuk sejarah, bukan hanya sekedar bagian dari sejarah untuk selanjutnya menjadi usang dan terlupakan. Namun yang juga perlu diingat, hendaklah kita menjadi pahlawan dunia akhirat. Buat apa menjadi pahlawan yang di sanjung dan dihormati didunia, namun malah mendapat siksa dineraka. Gak pengen khan kalo ada yang mengenang kita sambil menangis terisak-isak mengenang jasa dan kepahlawanan kita, eh… ternyata kita yang dikenangnya sedang disiksa dialam kubur karena orientasi kepahlawanan kita cuma tertuju pada dunia saja. Lantas apa bedanya kita sama Hitler (NAZI), Karl Marx (KOMUNIS / SOSIALIS), ataupun Kemal At-Taturk (SEKULER) yang sangat disanjung-sanjung para pengikutnya. Hmmm… Jangan sampe dech!!!

4.    Bercermin Kepada Sebaik-Baiknya Generasi.
Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya adalah sebaik-baik pahlawan kemanusiaan, karenanya kehidupan beliau menjadi sumber inspirasi utama untuk membangun jiwa kepahlawanan. Generasi yang telah menaklukan hampir 2/3 dunia itu telah menyebarkan kedamaian Islam hingga kepelosoknya selama hampir 1300 tahun. Semua daerah yang dirambah Islam benar-benar benar merasakan keadilan dan kesejahteraan yang diterapkan oleh para pejuangnya. Maka wajarlah bila Michael H. Hart menempatkan Nabi Muhammad SAW di urutan pertama dalam buku laris ”Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah,” mengungguli tokoh manapun yang pernah lahir dimuka bumi ini. Bahkan Hasan An-Nadwi, seorang ulama terkenal asal India menulis di pengantar buku Sirah Nabi yang dia tulis, bahwa di India wajib mengajarkan sirah Nabi kepada anak-anak. Bahkan ada ungkapan hikmah “addibuu awlaadakum alaa tsalatsati hishaalin: tilawatil quran, wa hubbi nabbiyika wa aali baitihi,” didiklah anak-anak kalian akan tiga hal: tilawah al quran, cinta Nabimu dan cinta keluarga Nabi.
Dan kita nih, para remaja sekarang, gak boleh deh malu-malu lagi kalo ditanya siapa sih pahlawan dan idola kita… Maka lantanglah menjawab: ”Muhammad SAW dan para sahabatnya!!!”

Jadi Pahlawan Masa Kini

Last but not least… Zaman udah semakin maju, kebebasan pun semakin terbuka lebar bagi kita para remaja untuk berekspresi ngunjukin diri ”SIAPA KITA SEBENARNYA.” Saatnya sekarang yang muda berkarya.

Pribadi yang kokoh dan mandiri, dinamis dan kreatif, spesialis (ahli) dan berwawasan global, murabbi (pembina) yang produktif dalam masyarakatnya, mampu beramal jama’i (bekerja sama), pelopor perubahan (agen of change), serta memiliki ke-tokohan sosial udah saatnya kita yang pegang.

Ayo bangun… Jangan tidur aja!! Perubahan enggak akan datang hanya dengan khayalan. Nasib pun tak akan berubah bila kita cuma hanyut dalam lamunan. Oleh sebab itu berubahlah!!! Sekarang, mulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri, dan jadilah ”Pahlawan.” Bagi dunia ini, bangsa ini, ato bahkan untuk masyarakat sekitar kita, keluarga kita, dan setidaknya bagi diri kita sendiri. Untuk kita selamatkan agar bahagia di kehidupan dunia dan akhirat nanti. Who want’s to be the next HERO?

Wallahu A’lam Bishshowab

Selebriti Ke Laut Aje!

•November 12, 2008 • 1 Komentar

cover-desember-2008Laki-laki berpostur tegap tinggi itu kini makin terlihat pucat. Berkali-kali ia memencet jerawatnya eh tombol di telepon genggamnya dan sebentar kemudian dimasukkan lagi ke saku celana jeansnya yang ketat. Sepertinya nomer yang ia tuju tidak terhubung juga.
Ia menyeka peluh di wajahnya dengan lengan bajunya. Sebentar ia mengintip dari balik panggung. Penonton masih terus berteriak. “Fian! Fian!! Fian!!” Pembawa acara dan segenap kru band telah menyelamatkan diri dari lemparan botol-botol air mineral, bungkus rokok dsb ke atas panggung.
Kini semua kru menatap kearahnya seolah menyuruhnya untuk bertanggung jawab atas kericuhan ini. Bertanggung jawab atas ketidak hadiran sang bintang idola Fian. Acara betajuk jumpa Fian ini telah terlanjur dihadiri ratusan penonton yang telah berjubel bahkan dari semenjak sore tadi.
Ia menarik nafas panjang dan membuka tirai panggung lalu bergegas mendekati mikrofon. Ia ingin meminta maaf dan menjelaskan duduk perkaranya. Tapi belum sempat ia berpatah kata, hujan lemparan bertubi-tubi mengenai tubuhnya.
“Huuuuuuuuuuuuuuuu!!!!!” cemooh penonton
Namun begitu, tiba-tiba hujan lemparan sama sekali berhenti. Bahkan para penonton berbalik membelakangi panggung. Rupanya ada segerombolan orang datang. Belasan laki-laki bertuxedo dan berkaca mata hitam. Dengan sigap seperti layaknnya tentara, mereka terbagi menjadai dua baris dan diantara mereka kini terlihat sesosok pemuda dengan kostum setelan jas putih yang trendy. Ya! Dialah Fian. Yang bersama para pengawalnya itu berjalan ke arah panggung membelah kerumunan penonton.
Kontan saja para penonton yang adalah penggemar beratnya Fian berteriak histeris, terutama para gadis. Mereka menjulurkan tangan menggapai-gapai kearah sang bintang. Fian terus berjalan dan tersenyum wibawa sambil beberapa kali melambaikan tangan.
Sesampainya mereka di panggung “pintu” penonton tadi tertutup kembali. Tapi sepertinya ada seseorang yang mencoba membelah kerumunan itu. Dari kostumnya sepertinya ia seorang satpam.
Baru saja pembawa acara ingin membuka acara, tiba-tiba terjadi kegaduhan lagi dari arah penonton. Rupanya ada seseorang yang memaksa naik ke panggung, si satpam tadi. Meskipun telah dijaga dengan penjagaan yang ketat ia berhasil lolos dan beranjak ke panggung dan langsung mendekati Fian.
“Sekarang kerjakan PR kemarin di depan!” perintah satpam itu
“Sembarangan! Gue tuh mo nyanyi bukan ngerjain PR!” Fian melotot. Tapi ia merasa tak asing dengan raut wajah satpam itu.
“Fian!!! Kamu ngelamun lagi!!!” tiba-tiba sosok satpam tadi berubah menjadi Pak Joni. Guru kimianya yang super killer.
“Sekarang kamu keluar. Cuci muka!” seisi kelas menahan tawa.
“eh… baik pak.” Dalam hatinya Fian bersyukur sekali. Kesalahan sebesar ini gak dihukum apa-apa. Cuman suruh cuci muka.
Fian pun melenggang ke luar kelas. Tapi baru saja ia mendekati pintu kelas Pak Joni menambahkan. “Sebelum kamu cuci muka, lari keliling lapangan sepuluh kali, sambil nyanyi balonku ada seribu.”
Anak-anak sekelas tak mampu lagi menahan tawa.
Wah Fian… Fian… kayaknya ngebet banget jadi artis nih sampe kebawa-bawa waktu sekolah. Tapi kalo perihal ingin jadi artis sih Fian gak sendirian. Banyak banget dari golongan para pemuda pemudi Indonesia yang bercita-cita jadi artis. Entah itu jadi pemaen pelm, sinetron, bintang iklan, penyanyi, model, presenter en so on.

  • Dunia Artis Di Sekitar Kita

Nah sebagaimana pepatah ada gula ada semut, maka ada mie instant ada juga artis instant. He…  maksa. Namanya juga instant, maka proses jadi artis instant pun bisa kebilang cepet. Salah satu caranya tak lain tak bukan adalah dengan ikutan ajang kontes pencarian bakat ato reality show.
Di Indonesia sendiri bejibun acara macem gini yang sudah digelar mulai dari AFI ampe Pildacil. Peminatnya pun alamak luar biasa. Proses audisi di berbagai kota selalu diikuti oleh ribuan peserta. Mereka berbondong-bondong mengejar impian mereka untuk bisa menjadi terkenal, kaya, tampan/cantik, punya suara merdu, dikagumi banyak orang, dan masih muda lagi.

Tapi nih, seperti gunung, enak dilihat dari jauh, tapi kalo dideketin bisa jadi terjal, berbatu, mana hujan, becek, gak ada ojek lagi. Gitu juga dengan apa yang dialami cowok cewek yang telah jadi alumni-alumni acara-acara tadi. Ada yang sukses, tapi banyak juga yang hidup susah.

Dari perjalanan reporter SAHABAT ke dunia maya, sempat pula berwawancara tidak langsung dengan Limbert. Doski rupanya cukup mengikuti perkembangan para alumni-alumni Akademi Fantasi Indosiar. Berikut petikannya;
“Dua hari yang lalu gw ketemu dengan salah seorang personel AFI (Akademi Fantasi Indosiar). Selain lepas kangen (he..he) gw juga dapat cerita seru dari kehidupan mereka. Di balik image mereka yang gemerlap saat manggung atau ketika nongol di teve, kehidupan artis AFI sangat memprihatinkan.

Banyak di antara mereka yang hidup terlilit utang ratusan juta rupiah. Pasalnya, orang tua mereka ngutang ke sana-sini buat menggenjot sms putera-puteri mereka. Bisa dipastikan tidak ada satu pun kemenangan AFI itu yang berasal dari pilihan publik. Kemenangan mereka ditentukan seberapa besar orang tua mereka sanggup menghabiskan uang untuk sms. Orang tua A**** dan B****  abis 1 M. Namun mereka orang kaya, biarin aja.

Yang kasian mah, yang kaga punya duit. F**** (AFI 2005) yang tereliminasi di minggu-minggu awal kini punya utang 250 juta. Dia sekarang hidup di sebuah kos sederhana di depan Indosiar. Kosnya emang sedikit mahal RP 500.000. Namun itu dipilih karena pertimbangan hemat ongkos transportasi. Kos itu sederhana (masih bagusan kos gw gitu loh), bahkan kamar mandi pun di luar. Makannya sekali sehari. Makan dua kali sehari sudah mewah buat F***. Kagak ada dugem and kehidupan glamor, lha makan aja susah.

Ada banyak yang seperti F****. Sebut saja I, N, Y, E, dll. Mereka terikat kontrak ekslusif dengan manajemen Indosiar. Jadi, kaga bisa cari job di luar Indosiar. Bayaran di Indosiar sangat kecil. Lagian pembagian job manggung sangat tidak adil. Beberapa artis AFI seperti J**** dan P****  kebanjiran job, sementara yang lain kaga dapat/jarang dapat job. Maklum artisnya sudah kebanyakan. Makanya buat makan aja mereka susah. Temen gw malah sering dijadiin tempat buat minjem duit. Minjemnya bahkan cuma Rp 100.000. Buat makan gitu loh. Mereka ga berani minjem banyak karena takut ga bisa bayar.

Ini benar-benar proyek yang tidak manusiawi. Para orang tua dan anak Indonesia dijanjikan ketenaran dan kekayaan lewat sebuah ajang adu bakat di televisi. Mereka dikontrak ekslusif selama dua tahun oleh Indosiar. Namun tidak ada jaminan hidup sama sekali. Mereka hanya dibayar kalo ada manggung. Itu pun kecil sekali, dan tidak menentu. Buruh pabrik yang gajinya Rp 900.000 jauh lebih sejahtera daripada mereka.

Kasian orang tua dan anak yang rela antre berjam-jam untuk sebuah penipuan seperti ini. Seorang anak pernah menangis tersedu-sedu saat tidak lolos dalam audisi AFI. Padahal dia beruntung. Kalau dia sampai masuk, bisa dibayangkan betapa dia akan membuat orangtuanya punya utang yang melilit pinggang, yang tidak akan terbayar sampai kontraknya habis.

Mungkin ada yang tertarik buat ngangkat cerita itu ke media anda? Gw punya nomer kontak mereka. Gaya hidup mereka yang kontras dengan image publik kayanya menarik untuk diangkat. Ini juga penting agar anak-anak dan orang tua di Indonesia kaga tertipu lebih banyak lagi.”

Nah sahabat, ini baru dari sisi dunianya aja lho. Belum lagi kalo kita melihat aspek perbekalan untuk hari akhiratnya. Perjalanan sebagai manusia yang semestinya sebagai hamba yang bertaqwa. Tapi sebelum itu mari kita simak dulu beberapa kiprah selebriti. Eh iya kalo merujuk kamus, selebriti itu artinya perihal orang-orang terkenal. Nah selebriti yang kita maksud disini lebih kita khususkan kepada artis yang utamanya terjun dalam bidang entertainment alias dunia hiburan.

  • Agen Perubahan

Sosok selebriti manjur banget untuk bisa melakukan perubahan. Gaya hidupnya senantiasa menjadi sorotan. Bagaimana ia bersikap, bersolek, berpakaian dsb sering diikuti terutama oleh penggemar beratnya.

Mereka (para penggemar) menilai bahwa dengan mengikuti gaya hidup artis, mereka bisa berbahagia. Pernah kok, waktu itu salah satu kru SAHABAT habis ada liputan di jakarta, dalam sebuah kereta yang berjubel, terdapatlah sebuah keluarga yang dahulunya hidup bahagia (wah kok mengarah dongeng gini). Singkatnya, si anak laki-laki yang paling sulung ditanya perihal cita-citanya. Dengan manteb si anak menjawab, ingin jadi musisi! Jawaban yang sangat memukul si Ayah.

Emang sih, terlebih dengan berjamurnya grup-grup band baru, dan kehadiran mereka diterima (laku) oleh masyarakat pecinta musik Indonesia, menjadi musisi adalah profesi dambaan. Gimana enggak, sekali manggung bisa dapet puluhan juta (masih dibagi-bagi sih) ato bahkan kalo bandnya terkenal abiz bisa ratusan juta. belum lagi disorakin dan dielu-elukan para pengunjung. “Elu!! elu!!! elu!!!!” Terhormat banget kan? Kayak raja.

  • Pemuja Sekaligus Pemorak-Poranda Cinta

Tunggu dulu! Gak semulia itu man! Mari kita lihat beberapa sisi gelap artis. Kali ini dimulai dari para musisi nih, terutama vokalis ato juga para pencipta lagu. Kalo bikin lagu beuu…. Romantis abiz. Engkaulah matahariku rembulan hidupku. Aku tak bisa hidup tanpamu. Kamulah satu-satunya yang hidup dalam hati beybeh!!! Tapi kenyataannya. Jauuuuuuh banget. liat aja, rumah tangga artis yang adem tentrem bisa diitung dengan kalkulator.

Perselingkuhan, nikah siri, serumah tanpa ikatan pernikahan, dsb mewarnai kehidupan mereka. Yang rasanya sangat gak mecing banget dengan gombalan mereka yang tertuang dalam alunan lagu. Dan anehnya lagu-lagu mereka masih aja jadi ‘dalil’ oleh pemuda-pemudi yang lagi jatuh cinta.

  • Life Is Free

Free di sini bukan berarti gratis loh, tapi yang redaktur (ciee redaktur) maksud adalah ”bebas”. Hidup itu Bebas. Bebas mo ngapain aja. Inilah spanduk yang diusung oleh segenap artis kita. Sebagai bangsa timur yang kebarat-baratan, kiblat hidup sering di arahkan ke Hollywood ato negeri2 eropa sono, bukannya ke Ka’bah. Apa yang di tampilkan di sono trus diikutin artis-artis kita dan dilanjutkan ke para penonton setia. berantai gitu deh.

Berapa banyak artis kita yang terjerat narkoba. Bahkan yang udah bangkotan pun ikut-ikutan. Bahkan lagi nih udah dikeluarin dari penjara eh malah ”make” lagi. Ya ditangkeplah tuh sama pak pulisi. Belum lagi yang mabok-mabokan, lebih banyak lagi tuh.

Hamil diluar nikah? Banyaaak! Udah gitu baru deh nikah. Baru aja nikah berapa bulan udah lahir si jabang buaya eh si jabang bayi. Kehidupan asmara mereka amburadul deh. Maklumlah (kok dimaklumin sih) penggemar dari golongan lawan jenis mereka kan banyak tuh.

  • Susahnya Jadi Artis

Gak mudah jadi artis, gak mudah untuk meraihnya, gak mudah pula untuk menjalaninya. Kalo sekedar melihat dari penghasilan mereka mungkin kita bisa tergiur tapi melihat bagaimana susahnya mereka jadi orang yang ‘bener’ mungkin bisa jadi kita mikir ribuan kali untuk kita bercita-cita jadi artis.

Susahnya menjaga diri adalah salah satu konsekuensi logis jadi artis. Dunia mereka sangat dekat dengan dunia hura-hura, ato bahkan dari sana dunia mereka berasal. Isinya bagaimana untuk berhibur, tanpa ada batasan dan aturan. Dugem alias dunia gemerlap adalah makanan rutin. Gak kebayang deh ada orang yang rutin Dugem cuma pesen orange jus ato teh manis doang lalu pulang. Padahal di sini pergaulan bebas sedang terbuka selebar-lebarnya.

Di lihat dari sisi penampilan, kaum putri yang paling susah jaga aurat. Padahal kan dah jelas tuh kewajibannya dalam alqur’an, tapi boro-boro pake jilbab (meskipun ada juga sih beberapa) berpakaian relatif menutup pun susah. Mereka lebih suka yang terbuka dan menggoda gituh.

Belum lagi dilihat dari masalah keduniawian, senantiasa hidup dikalangan atas akan membuat pandangan selalu ke atas. Kekayaan sebesar apapun susah untuk menjadikan diri bersyukur. Yang ada malah persaingan-demi persaingan untuk menambah kekayaan dunia.

Menomor satukan penampilan tentunya bisa mengakibatkan terabainya aspek keilmuan. Lihat aja kalo artis-artis ini diwawancarai tentang keilmuwan (meskipun ada juga sih artis berotak encer) mereka suka gak nyambung.

  • Selebriti Yang Kembali Dari Laut

Masih ada lagi? Hmm banyak tapi segini dulu deh, entar malah jadi kayak infotainment lagi. Tapi gak semua selebriti amburadul kok ada juga yang insyaf lantas kembali ke jalan yang benar. Dan rata-rata mereka yang insyaf ini terlihat sedikit menjauh dari dunia keartisan. Kalopun ada job mereka akan sangat selektif, yang kira-kira gak banyak mudhorotnya.

Artis ”balik dari laut” seringnya musim-musiman. Biasanya pas bulan puasa. Baru deh mereka menutup aurat, bikin album religi, nyumbang sana-sini. Di satu sisi baguslah itu juga merupakan berkah dari bulan ramadhan. Tapi mbok yao berlanjut sampe bulan-bulan sesudahnya gitu.

Fenomena ini bisa jadi juga merupakan pengkaburan persepsi, para penonton akan semakin menggandrungi artis idola mereka. ”Mereka toh bisa beribadah juga!” Dan ini akan ’memutihkan’ dalam artian melegalkan perilaku-perilaku mereka yang menyimpang alias ga papa dong berbuat maksiat asal sempet berbuat taat. Iya kalo sempat.

Hmmm.. Finally, tulisan ini sama sekali gak bermaksud neraka-nerakain para artis, coz masalah diterimanya/ditolaknya amalan, syurga dan neraka adalah Kuasa Allah SWT. Kita Cuma mo ngingetin supaya kita semua gak kejebak pada sebuah keinginan ato cita-cita menjadi artis terkenal, sebab akan susah buat kita untuk senantiasa menjadi orang yang baek-baek.

Sebab kata orang-orang bijak nih, kalo gak mau kena masalah dengan cat jangan bermain cat, kalo gak mau kena masalah dengan api ya jauhilah api. Jadilah terkenal dengan prestasi dan kebaikan yang kau buat bagi masyarakat banyak. Sebab kebaikan yang disebarkan seperti benih yang bisa kita panen ketika orang-orang mengikuti kita berbuat baik. Dan juga sebaliknya ketika kita mencontohkan perbuatan buruk dan menjadi ikutan banyak orang, kita juga akan menerima hasilnya. Wallahua’lam

Arogansi

•November 12, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Arogansi

Berikut cuplikan percakapan radio antara kapal perang Negara Adidaya dengan otoritas Negara Adiloyo.

Adiloyo : “Harap belokkan kapal anda 20 derajat ke utara untuk menghindari tabrakan.

Adidaya : “Lebih baik anda yang membelok.”

Adiloyo : “Anda yang harus membelok untuk menghindari tabrakan!”

Adidaya : “Saya kapten Navy Negara Adidaya. Saya bilang belokkan kapal anda!!!”

Adiloyo : “Tidak, saya katakan sekali lagi, belokkan kapal Anda!!!”

Adidaya : “Ini adalah USS Abraham Lincoln, Kapal terbesar dari Armada Atlantik Negara Adidaya, kami dilengkapi 5 destroyer, 3 cruiser dan 8 kapal pendukung. Saya MINTA Anda belok 20 derajat ke selatan. Sekali lagi saya ulangi 20 derajat ke selatan, atau akan kami ambil tindakan tegas untuk mengamankan kapal kami”

Adiloyo : “Dasar Adidaya giblik!, ini mercusuar!!!”

Terlalu “Perhatian”

•November 12, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

TERLALU “PERHATIAN”

Assalamu’alaikum, kak..ana punya temen ikhwan…sudah kuliah. Perhatiannya sama aku, beda dengan ikhwan lain. Dikit2 suka kritik, kritiknya sih positip, tapi kenapa cuma aku aja, padahal temen2 kami juga masih banyak. Meski begitu kita tetap ghadulbashar. Ana ingin melanjutkan kuliah dan selama ini ana bisa sekolah dengan cari biaya sendiri, disamping sekolah juga ngasih les, ana ga ingin semua gagal gara2 terganggu mikirin dia. Gimana cara melupakan semua?

Akhwat di Bumi Allah

081548427zzz

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Makasih ya ukh, udah curhat kesini. Remaja memang masa2 yang penuh dengan pencarian. Pencarian jati diri, juga pencarian teman sejati. Tentunya kita udah sama2 ngerti, bahwa yang namanya cinta sejati adalah pasangan jiwa kita alias suami atau istri kita kelak. Kalo pacar itu bukan teman sejati, namun teman sejatinya setan..he3x (jangan becanda, beneran tuh!) Bersyukurlah bagi kita yang tetap tegar untuk tidak tergoda dengan ajakan secara tdk langsung mengajak kita untuk pacaran. Masalah yang ukhti alami. Belum sampai tahap kritis. Ini baru gejala virus merah jambu, yaitu sebuah virus yang menyerang sebagian besar remaja untuk saling fallin in love. Tenang aja, insyaallah Kakak punya anti virusnya kok…J

Kakak menghargai keinginan ade untuk melanjutkan kuliah. Teruskan, dan wujudkan cita2 ukhti. Kalo gara2 mikirin ikhwan anti jadi merasa terganggu, ya harus dilupakan dong! (lha iya, gimana gitu lo?) Em, perhatian yang over dari ikhwan tadi bisa jadi karena ukhti dianggap udah dewasa dibanding akhwat lainnya dan mobilitas ukhti yang tinggi dan semangat b’dakwah yang OKs banget, terbukti aktif diorganisasi but bisa ngasih les segala. Sehingga wajar jika si ikhwan tadi banyak menaruh harapan besar ke ukhti untuk bisa tetap eksis di jalan dakwah melalui kritik dan saran, pa lagi ukhti b’gitu menonjol aktivitasnya. Saran kakak jangan terlalu dianggap serius perhatian si ikhwan tadi, anggap aja sebagai masukan yang bisa membangun motivasi ukhti untuk lebih baik. Jika pas ada kegiatan ato pertemuan bersama ikhwan tadi usahakan jangan b’dua, harus ada akhwat untuk nemeni. Ukhiti fokuskan aja kerja diorganisasi dengan sebaik mungkin sehingga tidak mempengaruhi rencana2 yang sudah Ukhti susun matang. Dan bisa jadi ikhwan tadi terlalu “care” karena sikap ukhti juga yang terlalu mudah untuk diajak ngobrol atau kurang bisa menjaga dari hubungan/komunikasi yang sebenernya tidak terlalu perlu. (Baca aja Cermin edisi depan).

So keep spirit for fight in jehaad!

7 BESAR DOSA REMAJA

•Mei 28, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

“Bagaimana, ya? Kalo yang satu itu aku masih belum bisa melepaskannya. Pake ganja udah aku tinggalin. Minum minuman keras juga udah nggak mau. Tapi kalo masalah cewek aku nggak bisa tahan. Udah puasa sunnah, udah sholat malam, tapi kalo ketemu cewek penginnya liat-liat. Trus nanti mikirin dia juga. Masih sulit untuk nggak ngebayangin cewek.”

Diantara sekian banyak dosa, selalu ada beberapa dosa yang khas merupakan cap kalangan tertentu. Karena kita remaja tentunya kita membahas dosa-dosa yang berkaitan dengan diri kita. Bukan untuk kamu lakukan loh, tentu aja untuk kita tinggalkan.

PACARAN

Namanya dah puber dan memang fitrahnya seneng sama lawan jenis, yang namanya cinta selalu jadi atribut mengasyikkan bagi kehidupan remaja. Saat diri sendiri merasa nggak dipahami orang lain, yang namanya lawan jenis selalu menjadi tempat asyik untuk curhat. Jadilah sepasang lain jenis berpacaran.

Bukannya asyik, pacaran malah full ancaman. Alloh Ta’ala memerintahkan menahan pandangan dari lawan jenis, orang pacaran malah saling pandang. Jadinya nggak patuh sama Alloh, kan? Belum masalah sentuh-menyentuh, yang kata Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam lebih baik kepala ditusuk paku besi daripada menyentuh wanita non mahram. Kalo menyentuh dah boleh-boleh aja, gimana nggak meningkat ke yang lebih ngeri? Kalo udah gini, siapa nyang rugi? Kalo nggak tobat, bisa aja rugi akhirat. Kalo sampai zina beneran, tentu juga rugi dunia.

PORNOGRAFI

Rasa ingin tahu ditambah besarnya gairah syahwat pada masa remaja membuat banyak remaja (terutama laki-laki) terperosok ke maksiat satu ini. Banyak media yang memuat pornografi. Mulai dari poster, majalah, buku, sampai VCD. Bahkan majalah Playboy yang udah masyhur kepornoannya pun udah masuk ke Indonesia setelah majalah porno lainnya eksis di negeri ini.

Menahan pandangan dari lawan jenis termasuk juga nggak liat hal-hal yang porno semacam ini. Pornografi juga memancing kejahatan seperti pelecehan seksual dan pemerkosaan. Berapa banyak kasus perkosaan berawal dari nonton VCD porno.

Alhamdulillah, nilai-nilai syariat Islam udah mulai ditegakkan di negeri kita. Setelah Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi disahkan, kita nggak aman dari tuntutan hukum dunia dalam masalah ini. Kalo ketauan liat atau bawa barang-barang berbau porno, kamu bisa dipenjara atau kena denda. Selain itu, kamu masih harus menghadapi tuntutan hukum akherat kalo nggak tobat.

ONANI MASTURBASI

Maksiat yang satu ini juga terkenal banget dilakukan oleh para remaja. Sebabnya rata-rata sama, ingin tahu dan besarnya nafsu seksual pada masa remaja. Menurut penelitian, aktivitas ini lebih banyak dilakukan remaja pria (sekitar 90%), namun ada juga remaja perempuan yang melakukannya (30%).

Sebagian orang menganggap melepaskan syahwat dengan onani/ masturbasi merupakan jalan yang lebih selamat daripada berzina. Kadar maksiat mungkin memang lebih rendah dari zina beneran. Tapi bukan berarti onani nggak terlarang. Dalam Islam, melampiaskan nafsu syahwat hanya diperkenankan dilakukan terhadap istri atau suami. Barangsiapa yang mencari pelampiasan selain itu maka mereka termasuk orang yang melampaui batas. Onani jelas termasuk jalan lain, berarti onani termasuk perbuatan melampaui batas.

Jika onani dibolehkan, tentu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam nggak perlu memerintahkan para pemuda yang belum mampu untuk menikah untuk berpuasa. Mereka yang belum mampu menikah tentu tinggal diperintahkan untuk onani. Namun kenyataannya enggak, mereka yang belum mampu menikah diperintahkan untuk berpuasa, tidak diperintahkan untuk onani. Jadi, onani tetap aja terlarang.

MUSIK

Satu hal yang biasanya remaja kurang tahu bahwa hal tersebut juga merupakan maksiat adalah mendengarkan musik. Parahnya, kehidupan remaja saat ini kayaknya nggak bisa lepas dari musik. Konsumen musik terbanyak tetap aja remaja. Buktinya, media cetak remaja, baik yang untuk cewek atau cowok, baik yang majalah atau yang tabloid, semuanya memberikan porsi ruang yang lumayan besar bagi berita musik.

Musik merupakan sesuatu yang haram karena Rasulullah bersabda tentang akan datangnya suatu kaum yang menghalalkannya. Musik merupakan senjata ampuh setan untuk melalaikan manusia dari mendengarkan Al-Quran.

Musik juga merupakan pembuka kemaksiatan lain. Orang yang suka musik mungkin akan sering menghadiri pertunjukan musik. Biasanya di pertunjukan musik, sponsornya adalah rokok. Trus, kalo beli tiket, dapat rokok gratis. Malah jadinya merokok kan? Belum lagi kalo acaranya bertempat di klub malam, pasti mereka jual minuman beralkohol juga. Udah acaranya kelar, acara lanjutannya pasti disko dan dansa bareng. Waduh, waduh,,,jangan sampe dech!

MENCONTEK

Dosa yang ini biasa terjadi di sekolah, terutama saat ulangan atau ujian. Mencontek dilakukan untuk mendapatkan nilai yang bagus. Hakikatnya, mencontek adalah menipu, baik diri sendiri maupun guru.

Hasil yang kamu peroleh mungkin memang seperti yang kamu harapkan. Tapi betulkah demikian kemampuanmu? Ingatlah, pertanggungjawaban nggak cuma didepan guru saja. Di akherat nanti, penipuan yang kamu lakukan tersebut juga harus kamu pertanggungjawabkan. Nah lo!

MEROKOK

“Nggak jantan kalo nggak merokok!”

Remaja pria kalo udah diberi cap seperti ini biasanya keder juga. Lalu, ikut-ikutan lah ia merokok. Padahal, yang jantan adalah yang nggak merokok; sendirian tanpa rokok aja udah berani menghadapi masalah hidup. Kenyataannya, rokok memang bisa menjadi pelarian orang-orang pengecut yang nggak berani menghadapi hidup.

Rokok seluruhnya mengandung racun. Bisa jadi ia malah lebih berbahaya daripada khamr. Alloh melarang kita membinasakan diri kita sendiri. Kalo begitu, menghisap rokok juga diharamkan.

Rokok juga merupakan pintu untuk merasakan hal-hal haram lainnya. Pecandu rokok bisa-bisa tertarik untuk mencampurkan ganja di rokoknya. Ganja mempunyai efek memabukkan, jadi tentu saja ganja adalah barang haram. Kalo udah kenal rokok-dan ganja- nggak lama kemudian para remaja akan mencoba obat-obat penenang. Nggak ketinggalan juga miras. Seringkali pecandu semua itu berawal dari merokok. Busyeeet..!

HAL SIA-SIA

Waktu luang bisa menjadi bumerang. Tentu, kalo kita nggak bisa memanfaatkannya untuk kebaikan. Remaja yang mudah suntuk karena kebelumstabilan emosinya, ditambah beratnya beban pelajaran di sekolah membuat mereka lebih sering memanfaatkan waktu luang untuk bersenang-senang. Masalahnya kebanyakan hal yang senang-senang itu adalah hal yang sia-sia. Contohnya adalah kebiasaan nongkrong, maen game, keluyuran di pusat perbelanjaan, dsb.

Bayangkan, jika waktu luang itu kita gunakan untuk aktifitas yang bermanfaat. Oke, mungkin kamu bosen juga. Kebanyakan remaja pikir aktifitas bermanfaat itu harus yang perlu mikir-mikir berat. Sebenarnya enggak. Asal kamu punya hobi positif maka itu juga aktivitas yang bermanfaat.

Misalnya saja kamu seneng elektronika, maka waktu luangmu bisa kamu gunakan untuk belajar pemrograman, atau bikin situs dakwah, dan lain-lainnya. Paling gampang, waktu luangmu kamu gunakan untuk membaca, menambah ilmu -dan juga sesedikit ilmu yang diberikan di sekolah umum- adalah ilmu agama. Jadi, baca buku agama pas waktu luang sangat pas buatmu.

Nah, itu tujuh maksiat yang bisa remaja lakukan. Semoga kamu udah nggak melakukannya lagi. Yang belum bisa berpisah dengan dosa-dosa di atas, segera saja kuatkan hati dan bulatkan tekad. Yang namanya tobat memang butuh kesungguhan. Alloh akan menunjukkan jalan bagi orang yang bersungguh-sungguh. Selamat berjuang! (pakwi)

Sumber: Majalah ElFata edisi 4 Th. 06 2006

Baca Buletin SAHABAT!

•Mei 6, 2008 • 2 Komentar

Cover Sahabat

•Agustus 21, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

sobat 1

Cover-cover diatas adalah coverBuletin Sahabat yang lalu. Bagi yang berminat bisa kok pesan ke kami. Tuh kan, gaul banget!

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.